
Kerinci (Kemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., M.M., meninjau langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada hari terakhir, Rabu (9/9/2026), di MAN 3 Kerinci.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan OMI berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam kunjungannya, Kepala Kantor melihat secara langsung proses pelaksanaan ujian serta kondisi peserta yang mengikuti kompetisi pada hari terakhir.
Pada pelaksanaan hari terakhir, terdapat dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dan Matematika (MTK). Untuk mata pelajaran IPAS, pelaksanaan dibagi menjadi dua ruang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 40 peserta.
Sementara itu, mata pelajaran Matematika dilaksanakan pada dua ruang dengan jumlah peserta sebanyak 39 orang. Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 79 peserta jenjang MI yang mengikuti OMI tingkat Kabupaten Kerinci.

Kepala Kantor Kemenag Kerinci menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan OMI, khususnya panitia, pengawas, guru pendamping, serta madrasah yang telah mempersiapkan peserta dengan baik.
Menurutnya, OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, kepercayaan diri, serta motivasi siswa untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kita berharap pelaksanaan OMI ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik. Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi bagaimana mereka berani berkompetisi, menunjukkan kemampuan terbaik, dan terus termotivasi untuk belajar serta berprestasi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta didik yang mengikuti OMI tingkat Kabupaten Kerinci. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa madrasah terus berupaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun potensi lainnya.
Selain itu, H. Pahrizal menegaskan bahwa menang dan kalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Menurutnya, yang lebih penting adalah pengalaman, semangat berkompetisi, serta motivasi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.
“Menang dan kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita berani berkompetisi, menunjukkan kemampuan terbaik, dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Dari ajang OMI ini, kita berharap lahir talenta-talenta terbaik madrasah yang tidak hanya mampu mengharumkan nama Kabupaten Kerinci, tetapi juga dapat melaju dan mengukir prestasi hingga tingkat nasional,” tutupnya.
© 2026 KemenagKerinci. All Rights Reserved.